Ini selewat cerita yang sayang jika tidak diabadikan berupa tulisan, sebagai pengingat, bahwa manusia tempatnya lupa, atau teledor. Yang namanya kelupaan, itu tak ada agenda dalam kalender manapun. Dampaknya apa, kadang fatal, kadang masih terselamatkan..Alhamdulillah..
Ini masih ada hubungannya dengan agenda bermain di libur akhir tahun, Desember kemarin. Baca: https://yusfianaworld.blogspot.com/2024/01/pergi-tak-pergi.html
Merencanakan perjalanan dadakan, dalam waktu satu mingguan, pergi antar negara pula, tentu saja semua serba grubyak grubyuk. Fokusnya hanya tertuju ke : apakah masih kebagian tiket, apakah masih kebagian hotel? Mengingat ini adalah peak season. Saya sering menghighlight perplanningan ini, karena gerubyukan seperti ini bukan yang pertama. Selalu ada niat, lain kali harus lebih wellprepared. Tapi kenyataannya kok masih terulang ya... Kadang kalau lihat orang lain bisa bepergian dengan planning 6 bulan sebelumnya, selalu semangat untuk mencontoh. Tapi... kenyataannya, ya gitu deh.
Ah, muter-muter..
Intinya, ketika ketemu tanggal yang kami semua available, suami langsung booking tiket dan hotel. Banding harga, banding lokasi hotel, baca review hotel, itu adalah rangkaian ritualnya. Kecuali jika hotelnya sudah pernah kami inapi, ritual tersebut bisa di skip.
Ketika semua sudah siap, sambil menunggu hari keberangkatan, kami kembali melanjutkan aktifitas sehar-hari. Sampai pada H-2 keberangkatan, kami berencana mengisi formulir online yang diwajibkan kami isi dan submit. Ini aturan baru dari Malaysia bagi pengunjung. Namanya Malaysia Digital Arrival Card (MDAC).
Pas sampai bagian input data paspor, zzpp... saya bagaikan tersengat aliran listrik, karena umur paspor saya tinggal 3 minggu lagi. Ya Allah.. mana bisa saya pergi. Untuk bisa menembus imigrasi, paling tidak umur paspor saya harus 6 bulan menjelang kadaluwarsa.
Lemes dong saya... Terbayang renew paspor butuh waktu setidaknya 4-6 hari kerja. Belum lagi pake acara daftar dulu, booking tanggal dulu, karena quota yang terbatas di Imigrasi. Saya baca-baca pengalaman orang lain, booking ini bisa sampai 30-40 hari-an. Saya pasrah, akan batal pergi. Terus akan jaga rumah, nyapu-ngepel, nyala-matiin lampu, kasih makan kucing... Paling top yaa, nonton Netfix.
Buru-buru saya menghubungi tetangga yang punya usaha membantu urusan perpasporan begini, siapa tahu bisa. Tapi saya lemes jilid II ketika jawabannya paspor siap paling cepat 4 hari kerja plus booking slot hari dulu 5 harian. Duh..
Akhirnya saya menghubungi suami. Ikutan panik dia. tapi langsung gercep menghubungi ibu-ibu agen paspor yang biasa membantu urusan paspor di kantor, siapa tahu dia punya quota yang bisa saya pergunakan. Datang angin segar, si ibu mempersilakan besok hadir ke kantor imigrasi, memilih layanan same day atau paspor percepatan. Alhamdulillah, lega dong, meski sementara.
Pagi, pukul 08.45 saya sudah berada di kantor imigrasi, ketemu si ibu on the spot. Menyerahkan berkas, kemudian menunggu sesi foto dan wawancara. Dijanjikan pukul 14.00 paspor baru siap digunakan. Sepanjang waktu menunggu itu, hati saya riuh dengan doa: semoga tidak mati lampu, semoga pejabat yang tanda tangan paspor tidak sedang sakit atau rapat, dan sederet semoga-semoga yang lain, agar proses cetak papor lancar. Ketika pukul 14-an nama saya dipanggil, wuihhhhh, leganya.. Dan step terakhir, saya cek semua data pribadi yang tertera di paspor, sip.. betul semua. Tanpa membuang waktu, di perjalanan pulang, saya input form MDAC yang diminta oleh negara sebelah. Proses submit berhasil. Leganya saya, Alhamdulillahirabbil aalamiin, di H-1 takdir Allah berkata saya boleh pergi.
Nah, sekarang boleh dong saya mereview tentang kantor imigrasi di Jakarta Selatan, di jalan Hj. Tutty Alawiyah.
Dibanding beberapa kantor imigrasi yang pernah saya datangi untuk pengurusan paspor diantaranya di Jakarta Timur, di Jakarta Selatan (Kanim yg terletak di Simatupang kah? saya agak lupa, karena ini paspor pertama anak-anak, sekitar tahun 2011 dulu) dan di KBRI Kuala Lumpur, saya rasa ini yang paling nyaman. (Eh, bisa jadi kanim-kanim yang saya sebutkan diatas, sekarang juga sudah berubah menjadi nyaman sih ya). Kantornya bersih, ACnya dingin, mushollanya -meski kecil- rapi. Dan biasanya krusialnya tempat pelayanan publik adalah toiletnya. Disini, toiletnya, meski jadul dan sederhana, tapi bersih dan tidak bau. Alur pembuatan paspor jelas dan tidak membingungkan. Eh, ada good news nya, yaitu free flow minuman hangat, air mineral dan snack di ruang tunggu prioritas. Dan yang perlu di highlight adalah petugasnya ramah-ramah. Semoga dipertahankan semua hal baik ini.
Tapi saya menyematkan kritikan sih, Meskipun same day, pengambilan paspor ini kan lumayan lama ya, jam 14.00. Mau foto jam berapapun, jam 9,10,11.. semua dipukul rata pengambilan jam 14. Kurang fair menurut saya. saya yang foto paling pagi, ambilnya berbarengan dengan yang datang jauh setelah saya. Semoga bisa dijadikan masukan: first come first serve.
Oh satu lagi, tidak ada slot parkir mobil disini. Mobil terpaksa numpang parkir di gedung sebelah atau gedung-gedung di seberang jalan. adanya sih parkiran motor, tapi terbatas. Jadi, naik transportasi umum, lebih baik rasanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar