Senin, 14 November 2016

Karena Emak Tak Boleh Sakit

Pernahkah anda melihat sebuah meme perbedaan tentang ayah yang sakit dibandingkan ibu yang sakit?
Di meme tersebut digambarkan ketika ayah sakit, ayah akan berbaring di tempat tidur sambil tangan memegang remote control mantengin televisi. Sementara ibu dengan sigap menyediakan makanan hangat untuk ayah.
Tapi ketika giliran ibu yang sakit, digambarkan ibu tetap memasak sambil mengasuh dua anak...
Sekilas menerjemahkan gambar, akan tersirat pesan, mau sakit mau sehat, ibu tetap wajib menyelesaikan pekerjaan rumah, ngurus anak, juga suami.

Saat ini saya bukan sedang sakit. Alhamdulillah saya sehat dan dalam kondisi baik. Hanya dua bulan terakhir bahu saya sedikit mengalami gangguan yang menyebabkan gerakan lengan menjadi terhambat, kurang leluasa digerakkan ke atas dan ke belakang. Dan sekarang sedang terapi untuk penyembuhan.
Bukan masalah besar karena saya masih bisa beraktifitas normal. Hanya saja sementara ini saya tidak bisa nge gym.

Tapi memang benar, sebisa mungkin saya menjaga diri, sekuat tenaga dengan segala upaya dan doa, agar saya tidak sakit. Karena tugas harian saya yang utama adalah mengantar jemput sekolah tiga anak saya. Disini memang ada bus sekolah, tapi saya memilih mengantar sendiri. Banyak keuntungan yang saya dapat dari sini. Selain lebih hemat, yang paling utama adalah saat-saat di dalam mobil adalah quality time kami.
 
Pagi hari, berangkat sekolah kami akan bersama-sama membaca Al-Ma'surat dari panduan aplikasi yang saya unduh di smartphone. Ada anak yang terkantuk tidur ayam memang, tapi justru dalam keadaan setengah sadar itulah saya yakin otak mereka akan terisi oleh bacaan dzikir pagi hari.
Pulang sekolah tak kalah serunya. Kejadian di sekolah yang masih hangat akan diceritakan dengan riang atau sedih atau kadang datar-datar saja. Sambil sesekali mengomentari kendaraan lain yang kami temui di sepanjang perjalanan pulang. Semuanya menyenangkan. 

Alasan lain bahwa sebisa mungkin saya tidak boleh sakit, karena urusan perdapuran bisa terhambat. Disini beli lauk tak semudah di tanah air, yang jika kita tidak masak tinggal menunggu abang-abang yang lewat di depan rumah. Atau yang lebih kekinian, tinggal pencet aplikasi ojek online untuk pesan makanan sesuai selera.

Usaha untuk tidak sakit ini akan semakin keras ketika suami sedang dinas luar. Ada urusan mendampingi belajar, bikinin latihan soal, project, homework dan perintilan lainnya yang tidak bisa berbagi tugas dengan suami.

Rasanya bukan saya saja yang mengalami hal-hal seperti ini, banyak para emak yang merasakannya.

Karena saya susah disiplin makan sehat, usaha saya adalah olah raga yang merupakan salah satu cara untuk menjaga kondisi tubuh untuk tetap prima dan gak gampang sakit (meski kadang kalau rasa malas sedang datang, susah amat untuk melakukannya). Karena mau emak, mau bapak, mau anak, sehat itu penting, sebagaimana sabda Rasulullah SAW, dari Abu Hurairah RA : "Orang mukmin yang kuat adalah lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada orang mukmin yang lemah".





Tidak ada komentar:

Posting Komentar