Selasa, 25 Agustus 2015

Nurul Fikri Boarding School (3) : WANITA SHOLEHAH

     Masih tentang tulisan yang tercecer dan ingin disisipkan disini

Wanita Sholehah



BBM group Wanita sholehah NF ini dibuat sejak tahun pertama anak-anak bersekolah di NF. Saya lupa, dulu, apa alasan group ini dibuat. Karena sebetulnya sudah ada BBM group masing-masing asrama, sejak kelas 7 sampai kelas 9. Mungkin..mungkin  alasannya untuk memudahkan sesama bunda agar saling mengenal meskipun secara fisik jarang atau bahkan belum pernah berjumpa.

Pada masa-masa awal, group ini lebih sering sepi tak ada percakapan. Sesekali hanya ada postingan-postingan copas dari group lain yang disambut dengan gambar jempol, senyum, gabungan jempol dan senyum. Itu saja. Garing ? Iya, hehehe 

Tapi seiring berjalannya waktu, percakapan demi percakapan mulai mengalir. Topik seputar anak-anak, pelajaran dan beragam kisah di asrama rupanya menjadi magnet yang kuat untuk saling bersahutan. Bertukar keluh kesah yang dikemas canda jika rindu ananda mulai melanda adalah hal yang paling sering terjadi. Satu hal yang tentunya akan canggung dilakukan di group asrama, dimana disitu ada wali asrama dan para bapak, jaim tentu J

Bagi sebagian orang tua yang tinggal jauh diluar jabodetabek (termasuk saya ketika di tahun ke dua harus meninggalkan Jakarta berpinda ke Kuala Lumpur, sedangkan Nufimart- minimart internal di dalam kawasan sekolah- belum ada pelayanan by phone) group ini juga menjadi andalan sarana penitipan belanjaan untuk logistik ananda jika ada salah satu bunda akan menjenguk anaknya. Dipelopori oleh ibu ketua (Terima kasih bu Vera) , akhirnya kebiasaan membuka jasa penitipan menular ke para bunda yang lain. Indahnya jika yang menular adalah hal-hal yang positif...

Saat-saat group ramai bunyi tang-ting-tung tak berhenti biasanya jika ada foto yang diposting ortu yang berkunjung ke asrama. Foto-foto anak-anak yang sedang tengkurep berlaptop ria, sedang makan bareng, sedang ada kegiatan sekolah. Komentar-komentar usil ikut mewarnai postingan foto demi foto. Seakan kami telah saling mengenal lama sebelumnya.

Komunikasi di group ini pula yang memudahkan berkoordinasi untuk mendukung kegiatan anak-anak jika ada perjalanan keluar sekolah. Study tour, Kunjungan ilmiah, Islamic Book Fair, nonton bareng Negeri Lima Menara. Lengkap dengan konsumsinya. Sayangnya kebijakan BBM group hanya berkapasitas 30 member. Andai bisa memuat lebih tentu akan makin riuh.

Sependek pengalaman saya di perkumpulan orang tua murid, belum pernah saya menemukan ikatan sedalam ini dengan sesama walimurid yang lain. Bukan hanya hubungan sesama bunda di dunia per-bbm-an, perhatian para bunda terhadap anak-anak pun demikian tulus. Mereka memperlakukan senganggap anak sendiri kepada semua teman seasrama anak-anak mereka.
Ketika di suatu masa, hampir seisi asrama kompakan demam, seorang bunda datang membawakan pil cacing pereda demam. Bukan hanya untuk putranya, tapi untuk semua anak yang sakit. Memeriksa satu demi satu dahi anak-anak. Membawakan telur rebus untuk menambah daya tahan tubuh anak-anak seisi asrama. Di lain kesempatan seorang bunda membawa bubur. Atau tekwan. Atau buah hasil kebun. Atau rendang. Dan aneka macam makanan. Rasanya tiada hari kunjungan tanpa buah tangan orang tua. Hari Sabtu dan Minggu adalah hari dimana makanan dari dapur pesantren menjadi makanan yang tidak ditunggu-tunggu, kalah bersaing dengan makanan dari para orang tua yang sedang berkunjung.  Dan...membuat saya membayangkan betapa enaknya jadi santri J

Namun disetiap perjumpaan tentu ada perpisahan. Seiring dengan selesainya masa SMP putra-putra kami, tentunya intensitas dan frekwensi komunikasi group ini akan semakin berkurang, bahkan mungkin dibubarkan.Tapi untuk group ini, jika boleh berharap, semoga tak ada perpisahan . Selepas kelas 9, meskipun kita tak lagi dalam wadah yang sama, semoga silaturahim ini tetap terjaga.
Khusus untuk Zaidan, anakku, kenanglah nak, selain ibumu ini, diluar sana banyak bunda-bunda lain yang pada suatu kurun waktu turut memperhatikanmu, menjagamu, mendoakanmu. Selipkan mereka dalam untaian doa-doamu.

JazakunnAllah khairon katsir para Bunda. Salam hormat dan ukhuwah.


Yusfiana Alfi

Kuala Lumpur, 28 Maret 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar