Seorang teman bertanya apakah saya masih sering menulis di blog?
Saya tercenung..
Dulu, aktifitas ini sering saya lakukan. Ketika mengalami suatu kejadian, yang terlintas di benak saya adalah ingin menuliskan disini, untuk release perasaan dan mencatat peristiwa.
Blog saya ini, saat itu, masih terhubung dengan media sosial yang bernama G+ , yang dikelola oleh Google. Mirip dengan media sosial yang lain, ada follow-followan juga disana, ada grup berdasarkan komunitas hobi, dakwah dan sebagainya.
Tapi, memang dibanding media sosial lain, G+ sangat segmented dan kurang dikenal oleh masyarakat luas. Saya saja baru mengenal G+ ketika buka akun blogger yang memang saya peruntukkan untuk nulis-nulis. Rupanya blogger dan G+ ini bundling.
99% saya tak mengenal user G+. Jika saya membaca suatu artikel dan saya suka, saya tinggal pencet tombol + yang artinya semacam love atau suka. Begitupun jika sesorang suka dengan tulisan saya, mereka pun melakukan hal yang sama. Saya juga join komunitas seperti memasak dan traveling. Memasak, meskipun bukan hobi, tapi lumayan untuk menambah variasi menu yang hanya saya kuasai itu ke itu saja, meskipun setelah ada menu baru saya hanya tertarik mencoba beberapa macam saja karena... ya itu tadi, saya tidak hobi memasak. Beda dengan traveling, karena hobi, ini bisa menjadi referensi saya untuk menentukan destinasi beserta tips-tipsnya. Satupun saya tak mengenal mereka, tapi karakter introvert saya tak mempermasalahkan hal itu. Jika ada yang ingin saya tanyakan, ya saya tanya, jika tidak, ya saya cukup hanya membaca, tanpa ada kewajiban untuk follow-follow-an. Sesimpel itu.
Tapi justru dari orang-orang yang tidak saya kenal ini, semangat menulis saya terjaga, tombol plus (+) yang mereka tinggalkan di kolom saya, itulah penyebabnya. Kadang ada sedikit chit-chat mereka tambahkan. Menurut saya mereka memberi tanda plus itu karena mereka memang suka atau mengambil manfaat dari tulisan saya, dan itu tulus, karena pada dasarnya memang tidak saling kenal. Paling tidak, seperti itulah yang saya rasakan ketika saya memberi plus untuk mereka.
Dari semangat yang timbul ini, dalam waktu satu bulan saya mencatat peristiwa bisa seminggu satu atau dua kali.
Sampai pada suatu saat, Google menghapus media sosial G+ ini. Awalnya saya merasa, ya sudahlah, toh menulis adalah menulis, dengan atau tanpa tanda plus. Tapi rupanya, makin kesini saya makin malas untuk menulis, peristiwa demi peristiwa saya lewatkan begitu saja, hanya saya simpan dalam benak yang kadang banget bisa saya luahkan dengan bercerita ke seseorang, tapi lebih sering hanya saya simpan sendiri dan tak jarang menjadi beban. Draft tulisan ini saja, saya lihat sudah empat bulan saya simpan, hanya berupa judul dan paragraf pembuka. Dan saya baru bisa menyelesaikannya sekarang..
Ah, rupanya semangat saya justru datang dari orang-orang yang tidak saya kenal. Betul, semangat untuk kita bisa datang dari siapa saja..
Jakarta, 15 Juli 2022
Tidak ada komentar:
Posting Komentar