Judul itu saya ambil dari caption cuplikan video tentang seekor anjing penumpang sebuah kapal pesiar yang kemudian tercebur ke dalam samudra lepas. Tertinggal jauh, mati-matian si anjing berenang menuju ke arah kapal pesiar. Ngos-ngosan dan tentu tak terkejar. Tiba-tiba seekor lumba-lumba menghampiri dan mendekatkan punggungnya kepada si anjing. Menawarkan tumpangan. Tanpa menunggu lama si anjing sudah nangkring di punggungnya dan meluncurlah lumba-lumba dengan laju mengejar kapal pesiar. Adegan yang bikin meleleh adalah ketika sesampainya di kapal anjing dadah-dadahan dengan lumba-lumba itu. Pernyataan terima kasih yang dalam seakang terlukis di ekspresi si anjing....bagi saya, yang teramat sangat suka dengan tontonan atau bacaan bertema pertemanan, sepenggal cerita ini sangat membekas dihati.
Tontonan atau bacaan favorit saya memang tidak masuk dalam klasifikasi genre film apapun. Bukan drama, bukan horor, action, komedi ataupun thriller. Simpel saja. Yang penting tema cerita tentang pertemanan, ya saya suka, baik itu cuma berdua apalagi rame-rame. Serial Friends, 5 cm, Negeri Lima Menara, Laskar Pelangi adalah beberapa contoh saja. Keharuan dalam cerita-cerita seperti itu lebih nendang bagi saya dibanding love story. Ada juga cerita yang saya suka : tema pertemanan seekor anjing dan tuannya. Setiap sore si anjing selalu pergi ke sebuah stasiun kereta untuk menjemput tuannya sepulang kerja. Ketika suatu hari si Tuan meninggal dunia, bagai ingin menafikan, si anjing tetap setia menunggu di stasiun kereta. Menunggu berhari-hari, bertahun-tahun karena si tuan tak kunjung turun dari kereta. Cerita ini merontokkan hati saya. Ga sekedar meleleh.. tapi rontok!
Mungkin dari selera bacaan dan tontonan saya ini mempengaruhi cara pandang saya terhadap pertemanan. Saya termasuk dalam kategori orang yang susah move on dalam pertemanan. Terlebih pertemanan di masa lalu. Jika dulunya ada sekumpulan teman yang guyub dan akrab, kemudian setelah sama-sama dewasa jadi merenggang, saya juga lah termasuk orang yang paling mellow menyesalinya. Karena ini pula, atas nama keguyuban masa lalu, saya lebih mudah memaklumi jika ada luput-luputnya omongan. Dan saya juga yang paling 'dalem' jika ada yang tanpa sebab tiba-tiba menjauh tanpa aba-aba.
Hingga suatu saat saya bertemu kembali dengan salah seorang teman club kegiatan luar sekolah masa SMP-SMA via facebook. Di awal keberadaan facebook dulu, saya termasuk aktif bikin status dan saling memberikan komen dengan teman, meski sejak empat tahun terakhir saya bukan lagi pengguna aktif. Hanya sesekali saya sign in jika ada perlu atau janjian sama teman untuk memanfaatkan facebook free call. Itu makanya ketika teman lama ini mengirimkan message, baru tiga bulan kemudian message ini terbaca oleh saya.
Gembira tentu.... obrolan berlanjut via whatsapp karena kami sama-sama pengguna facebook yang pasif. Dari bertemu seorang teman saja, beranak pinak kami saling bertukar nomor telpon teman-teman yang lain. Saling mengirim foto-foto lama dimana kami masih pada imut dan menertawakan bersama. Menyenangkan..
Dari sini kemudian saya bertemu pula dengan salah seorang senior club tersebut. Saling menanyakan kabar, jumlah anak dan sekarang bertempat tinggal dimana adalah sapaan standar di awal percakapan. Texting yang terkesan biasa saja tiba-tiba terhenti ketika saya jawab sekarang tinggal di Malaysia. Saya tak ambil pusing. Mungkin beliau sedang sibuk hingga tak melanjutkan obrolan.
Selang satu-dua minggu kemudian kembali saya sapa senior ini. Dibaca sih, tapi tak kunjung ada jawaban. Ya sudahlah. Lama. Saya sudah melupakannya. Sampai tiba-tiba suatu saat beliau yang terlebih dahulu menyapa. Setelah bla.. bla.. bla.. basa-basi pembuka percakapan, beliau berujar telah salah menyangka saya menjadi pekerja domestik di Malaysia. Itu makanya percakapan di whatsapp terhenti begitu saja dan tak ingin menjawab semua sapaan saya. Hingga kemudian kembali dia menyapa saya setelah seorang teman yang lain tak sengaja bercerita tentang saya dan mematahkan sangkaan dia.
What? Saya belum mudeng dengan apa yang dibicarakan sang senior.. belum bisa meraba kemana arah pembicaraannya. Sampai kemudian saya ngeh.. oh rupanya ada yang punya anggapan "beda" dengan profesi pekerja domestik sampai tak ingin menjawab message. Rupanya ada yang mengklasifikasikan profesi A dan profesi B dalam pertemanan. Ooh...Mengapa harus membedakan? Ini hanya pertemanan. Hanya saling sapa dalam message.. kenapa dibikin ribet. Rasanya friendship seperti dalam video anjing dan lumba-lumba, yang tak pandang siapa dia siapa saya, sangat menyenangkan. Tak perduli kedua hewan itu berbeda species. Atau pertemanan antara anjing dan tuannya yang terbawa sampai mati. Hewan dan manusia yang bisa hidup berdampingan...
Kemudian saya mulai merenung, mungkin ini cermin bagi saya, agar saya pun meraba diri. Seperti apakah saya di mata teman-teman saya. Dimanakah saya memposisikan diri saya dalam pertemanan. Apakah saya tipe teman yang menyebalkan? Sotoy? Songong? Tentu orang lain yang bisa menilai. Dan tentunya hati nurani. Karena setiap kejadian adalah pelajaran berharga. Bagi saya. Juga minimal untuk saya bekalkan kepada anak-anak saya..
-
Tulisan yang ini, masih seputaran tentang anak yang meninba ilmu di Boarding School. SMPI Nurul Fikri Boarding School Serang. Kenapa Ci...
-
Ziyan adalah anak kedua kami. Lahir pada 2 Januari 2003, dengan berat 3 koma sekian dan tinggi sekitar 49 atau 50 cm, jamnya sekitar ba...
-
Di salah satu group sosmed, ada postingan lagu yang dibawakan seorang gadis belia. Dengan diiringi petikan gitar dan nada-nada sederhan...
-
Sebagai pengguna jalan aktif, menguasai rute adalah keharusan. Termasuk estimasi waktu, berapa lama akan sampai tujuan jika jalanan lancar d...
-
Di wall facebook saya ramai di penuhi status-status penuh kerinduan seorang ibu kepada anaknya yang tahun ini merupakan tahun pertaman...
-
Bulan lalu, libur sekolah selama dua minggu kami lalui di Jakarta. Jadwal suami yang lebih banyak bekerja di kantor Jakarta membuat kami me...
-
Pagi hari di rumah saya selalu riuh. Lepas subuhan ritual saya adalah dapur. Skala prioritasnya adalah sarapan pagi dan bekal makan siang d...
-
LANGKAH Ini tahun ke dua langkah kecilmu mengayun Dalam buai dan senandung sayang ibu Mengeja kata dan a ba ta Esok, lusa, dan k...
-
Ketika kelas lima Sekolah Dasar, ada teman yang menawarkan seekor anak kucing untuk saya adopsi, karena induk kucing yang dia miliki melahi...
-
Maksudnya apa? Tetangga di dunia maya? Hehehe bukan, kalau tetangga di dunia maya setidaknya ada interaksi saling sapa, atau saling berba...
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar